Mengenal Robin Li, Sosok Pencetus Mesin Pencari Baidu.com

Mengenal Robin Li, Sosok Pencetus Mesin Pencari Baidu.com


Robin-Li-baidu


Pernah menggunakan fasilitas Baidu.com? Baidu.com adalah suatu situs #mesin pencarian asal China yang sukses mendunia dan bahkan digadang-gadang bisa menjadi pesaing #Google dan Yahoo. Bahkan dari peringkat 10 website teratas di dunia berdasarkan versi Alexa.com, Baidu.com berhasil bertengger di urutan ke 6 sebagai salah satu dari 2 website asal Asia yang mampu menyaingi kepopuleran website besar lainnya. Kesuksesan Baidu.com berasal dari dukungan masyarakat China dan masyarakat dunia lainnya yang gemar melakukan penjelajahan internet melalui Baidu.com.
Siapa sebenarnya sosok yang mampu mereta kepopuleran Baidu.com sebagai salah satu mesin pencarian paling banyak digunakan oleh pengguna internet dunia? Mari berkenalan dengan sosok Robin Li, sang pencetus Baidu.com.

Berawal Dari Keluarga yang Sederhana

Robin Li terlahir dengan nama Li Yanhong pada tanggal 17 November 1968. Pria yang lahir di daerah Yangquan, China ini berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Menjadi satu-satunya anak lelaki di keluarga membuat Robin kecil mulai belajar tanggung jawab dan bekerja keras sejak usianya masih kanak-kanak. Sejak kecil Robin selalu diajarkan oleh ibunya untuk giat belajar hingga ke jenjang perguruan tinggi bila ingin mendapatkan pekerjaan yang baik.
Pesan sang ibu rupanya tertanam dengan baik di benak Robin kecil. Ia berhasil lolos seleksi pendidikan SMA dengan nilai yang sangat memuaskan. Setelah lulus dari pendidikan SMA pada tahun 1987, Robin mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi National Higher Education Entrance Examination. Prestasi dan ketekunan akhirnya membawa Robin untuk melanjutkan pendidikan di Peking University jurusan manajemen informatika.
Setelah lulus dari perguruan tinggi pada tahun 1991, Robin lantas mulai bekerja serabutan sambil menunggu pengajuan beasiswanya ke Amerika diterima. Robin sangat berniat untuk melanjutkan studi di Amerika agar bisa memiliki pendidikan dan jenjang karir yang lebih menjanjikan. Terhitung puluhan lamaran sudah dikirimkan Robin ke Amerika Serikat. Dan akhirnya pada penghujung 1991, Robin diterima menjadi mahasiswa jurusan ilmu pendidikan komputer di State University of New York.

Mulai Merintis Karir yang Cemerlang

Setelah lulus dari State University of Newyork pada tahun 1994, Robin memperoleh pekerjaan sebagai konsultan bidang IDD Information Services di Dow Jones and Company. Di sela-sela aktivitas pekerjaan sebagai konsultan, Robin juga mengembangkan sistem pencarian berbasis algoritma dan mengembangkan jurnal Wall Street edisi online.
Idealisme sempat membawa Robin bekerja di perusahaan bernama Infoseek, suatu perusahaan miliki Disney yang difokuskan pada pengembangan teknologi mesin pencarian internet. Namun karena Infoseek tidak berusaha untuk mengembangkan teknologi dan inovasinya, Robin akhirnya kecewa dan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di Infoseek.
Setelah memutuskan untuk berhenti dari Infoseek, di tahun 1998 Robin memutuskan untuk menyelesaikan buku karangannya yang bertajuk Silicon Valley Business War. Buku tersebut membahas tentang perang teknologi dalam rangka persaingan proses pengembangan mesin pencarian internet. Dari buku karangannya akhirnya Robin mulai menyadari suatu ide yang brilian.
Ia ingat bahwa penduduk China adalah penduduk dengan jumlah terbesar dunia, yang kala itu berjumlah 1.3 milyar jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut, sepertiga diantaranya adalah masyarakat modern pengguna internet. Hal ini memberikan ide bagi Robin untuk mengembangkan mesin pencariannya sendiri.

Lahirnya Baidu.com

Robin mulai mengumpulkan dana untuk membangun mesin pencariannya dan memutuskan pulang ke China pada tahun 1999 untuk mewujudkan mimpinya. Nama “Baidu” sendiri terinspirasi oleh sebuah puisi yang ditulis pada zaman dinasti Cong (periode 960-1279 Masehi). Kata Baidu secara harafiah bisa diartikan sebagai “ratusan kali”, suatu kata yang memberikan fisolofi mendalam bagi Robin Li. Robin sendiri mengartikan kata Baidu sebagai “pencarian yang gigih terhadap apa yang sudah dicita-citakan”.
Pembangunan Baidu.com rupanya membawa kesuksesan besar tersendiri bagi kemajuan teknologi di China. Para pengguna Baidu.com bisa mengetikkan pin yin pada kolom pencarian untuk menemukan informasi yang ingin dicari. Trafik Baidu.com pun kian meningkat dari waktu ke waktu. Robin Li berhasil menjadi pebisnis muda yang menantang para raksasa teknologi seperti Google dan Yahoo. Hingga tahun 2013, Baidu.com tercatat mendominasi penggunaan mesin pencarian di China dengan persentase sebesar 81%.

0 komentar: